Nama : Muhammad Fachmi
NIM : 1801431063
Jurusan : Arsitektur
Helloo!! Saya Muhammad Fachmi, saya salah satu peserta DV-Run 2016, penjelasan singkat saja bahwa DV-Run ini adalah suatu event lari marathon sejauh 5 KM yg diselenggarakan oleh BINUS University bersama TFI yang bertema “Unleash The Hero in You”. Tema tersebut diambil dengan harapan membantu memperjuangkan hak-hak dasar anak Indonesia yang kurang beruntung terutama di bidang pendidikan dengan memberikan sumbangan berupa uang, buku, dan peralatan penunjang proses mengajar dan lainnya kepada yayasan/organisasi yang bergerak untuk terwujudnya hak-hak dasar anak untuk bertahan hidup, bertumbuh kembang, memperoleh perlindungan dan berpartisipasi. Acara ini di selenggarakan pada hari Minggu tanggal 4 Desember 2016, berlokasi di Taman Impian Jaya Ancol
Mengikuti acara ini tentunya saya tidak sendirian, saya menuju Ancol dengan 9 teman saya, terlihat di foto atas. kami semua memulai perjalanan dari kampus BINUS Syahdan pukul 5.30 dengan mengendarain sebuah kendaraan online. Beberapa saat kemudian kami sampai di lokasi DV-Run pada pukul 6.15, kami masuk lewati gerbang barat, dari gerbang kami di antarkan dengan shuttle bus yg telah di sediakan oleh panitia DV-Run pada area atau track acara DV-Run. Setibanya di lokasi, kami melakukan pemanasan yg di mulai dengan senam pagi.
Kurang lebih pukul 7.00 Start lari marathon di mulai, awalnya saat mulai lari lumayan berdesakan karena peserta nya yg cukup banyak, mungkin ribuan peserta yg mengikuti acara ini, dan mungkin di dominasi oleh mahasiswa/i BINUS University. Sebelum memulai lari, panitia memberi instruksi bahwa peserta yg mencapai garis finish sebelum jam 9.00 akan diberikan sebuah mendali, maka dari itu saya dan teman-teman pun cukup termotivasi. kami memulai langkah kami melewati garis start yang memang awalnya kami berlari bersama-sama, namun setelah 1 Km teman-teman saya hilang semua karena tertinggal di belakang *hahaha. Lari sejauh 5 Km mungkin memang melelahkan, namun , saya merasa sangat capek saat mencapai jarak 4 Km, di situ saya yg awalnya lari konsisten, saya mulai berjalan, karena nafas yg tidak kuat, tetapi beberapa saat kemudian saya lari lagi, berjalan lagi, dan lari lagi secara perlahan namun pasti.
Tidak terasa saya sudah mencapai pos terakhir, waktu itu kakak panitia bilang tinggal satu pos lagi maka sudah sampai garis finsih. Saya percepat lari saya, lalu sampailah di garis finish. Saat sampai garis finish ada beberapa anak-anak kecil yg mengalungkan saya mendali, Waaaaww saya menjadi terharu *hahaha. Saya sampai finish kurang lebih jam 7.50, lalu di berikan lah air minum berasa yg gratis dari panitia, dan mengisi data untuk Binusian yg ingin mendapatkan jam Comserv. Lalu setelah itu di lanjutkan dengan Hiburan musik, dan Meet and Greet dengan Patricia sampai dengan selesai pada siang hari.
Alasan saya mengikuti acara ini karena ingin berpartisipasi untuk memperjuangkan hak-hak anak-anak yg tidak seberuntung kita, mungkin walaupun usaha saya kecil untuk mereka setidaknya saya bisa berpartisipasi mengikuti acara ini yg di mana sangat membantu mereka yg membutuhkan, maka dari itu saya berterima kasih pada penyelenggara acara DV-Run 2016. Pelajaran yg saya dapatkan dari acara ini adalah, ternyata masih banyak orang-orang yg peduli pada mereka yg kurang mampu, terbukti pada peserta acara DV-Run yg sangat banyak sekali, dan dari acara ini pula saya belajar arti kebersamaan itu indah, dan harus rajin olahraga.
Begitu banyak anak jalanan yg ada di Indonesia khususnya ibukota Jakarta, saya lihat di daerah kampus BINUS kemanggisan sendiri betapa banyak anak jalanan yg kebanyakan dari mereka adalah pengamen, atau jualan barang. Miris rasanya saat melihat mereka di umurnya yg masih cukup muda harus menempuh hidup di jalanan, yg di mana mereka pun butuh kasih sayang, pendidikan, dan pastinya sandang pangan papan . Sarana yg tersedia untuk mereka sudah mulai banyak khususnya di daerah Jakarta. contohnya ada komunitas yg peduli akan anak jalanan yaitu Sahabat Anak
![]() |
| www.sahabatanak.org |
Hingga saat ini, Sahabat Anak membidani kegiatan rutin Bimbingan Belajar (Bimbel), dan Pendidikan Non-formal bagi anak-anak marjinal di 6 area urban Jakarta, yakni: Grogol, Cijantung, Gambir, Manggarai, Tanah Abang, dan Kota Tua. Dua sekolah nonformal bagi remaja jalanan putus sekolah, yaitu PKA (Pusat Kegiatan Anak) berlokasi di belakang kantor Sekretariat dan Sekolah Mandiri, berlokasi di Museum Mandiri, Kota Tua. Sahabat Anak juga memiliki dua sekolah PAUD di Grogol (Jakarta Barat) dan Cijantung.
MOTIVASI: "Jangan menyerah dengan keadaan, syukuri apa yg ada, dan gapailah cita-citamu yg setinggi langit, percayalah bahwa hari esok selalu lebih baik dari hari kemarin"



Tidak ada komentar:
Posting Komentar